Fakta dan Mitos Menarik Tentang Gangguan Mental

Mungkin banyak dari kita mengira bahwa semua orang yang memiliki gangguan mental merupakan orang gila. Nyatanya mereka hanya membutuhkan perhatian khusus dari orang terdekat. Penyakit tidak hanya menyerang tubuh manusia tetapi juga dapat menargetkan kesehatan mental kita, yang membedakan hanyalah gejala yang muncul.

Gangguan Mental

Penyakit yang menyerang fisik lebih mudah dikenali karena kelihatan secara langsung. Sedangkan orang yang memiliki gangguan mental lebih sulit dideteksi. Beberapa jenis penyakit mental yang popular dimasyarakat adalah depresi atau psikotik. Penting bagi kita untuk tahu fakta tentang jenis penyakit ini.

Fakta dan Mitos Gangguan Mental

Sebenarnya ada lebih banyak jenis penyakit ini dan kebanyakan muncul dengan gejala yang sulit dikenal. Selain gejalanya yang sangt sulit dipahami, penyakit mental ini juga identik dengan berbagai mitos dan stigma buruk. Agar tidak dalah paham, berikut ini adalah fakta dan mitos tentang ganguan mental yang perlu kamu tahu.

Mitos 1

Gangguan mental merupakan kondisi yang langka

Fakta: Masih banyak yang percaya kalau penyakit ini merupakan kondisi yang jarang terjading, nyatanya salah. Satu dari lima orang Amerika mengalami masalah kesehatan mental. Sedangkan, satu dari sepuluh orang dewasa muda juga mengalami periode depresi.

Ditambah lagi, satu dari 25 orang Amerika didiagnosis menderita penyakit mental berat seperti skizofrenia atau bipolar. Gangguan seperti ini bahkan sudah jadi tren di masyarakat. Insiden bunuh diri pun terus bertambah setiap tahun. Data di atas menunjukkan bahwa masalah mental sangat sering terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja.

ciri ciri gangguan mental

Mitos 2

Anak-anak tidak akan mengalami gangguan kesehatan mental

Fakta: Sebuah studi menunjukan bahwa satu dari lima anak usia 13 hingga 18 mengalami gangguan mental. Sebagian besar dari mereka bahkan menunjukkan gejala pada usia 14 tahun. Karena mitos ini lah, banyak yang mengabaikan anak-anak atau remaja untuk didiagnosis dini dan menerima perawatan yang tepat.

Banyak dari mereka menganggap anak tidak akan mengalami gangguan ini. Sehingga, ketika ada sedikit gejala awal timbul, mereka mengabaikan dan hal itu bisa menambah parah gangguannya.

Mitos 3

Gangguan kesehatan mental tidak nyata, penderita hanyalah berpura-pura

Fakta: Masih banyak orang yang percaya mitos ini. Sebagai contoh seorang penderita skizofrenia yang mengalami halusinasi pendengaran dan akan mengatakan bahwa dia benar-benar mendengar suara tertentu. Tentu untuk kebanyakan orang, hal ini tidak masuk akal.

Bagi penderita, suara itu terdengar sangat nyata. Para ahli percaya bahwa gejala-gejala ini dapat dijelaskan secara ilmiah. Itulah sebabnya, hingga saat ini, berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengungkapkan kondisi seperti ini.

Mitos 4

Pola asuh yang buruk bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental

Fakta: Hal ini memang bisa berpengaruh, tapi yang perlu diingat bahwa tidak ada faktor tunggal yang benar-benar menjadi penyebab langsung masalah mental. Penyakit mental adalah kondisi kompleks yang disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari genetik, biologis, lingkungan, pengalaman hidup, dan sebagainya.

Mitos 5

Orang yang punya penyakit mental berbahaya karena bisa berbuat kekerasan

Fakta: Penderita memang bisa melakukan hal-hal tak terduga seperti kekerasan. Tetapi itu tidak berarti semua penderita kesehatan mental akan melakukan hal itu. Nyatanya, seseorang dengan kondisi ini lebih sering menjadi korban kekerasan. Data menyatakan bahwa orang dengan gangguan mental 10 kali lebih mungkin menjadi korban kekerasan di masyarakat.

penyebab gangguan mental

Mitos 6

Penyakit mental tidak dapat disembuhkan

Fakta: Pandangan seperti ini tidak sepenuhnya benar karena sekarang ada banyak metode terapi yang tersedia untuk menangani penyakit ini. Gejala-gejalanya dapat dikontrol dan penderita dapat terus bergerak seperti yang dilakukan orang pada umumnya.

Mitos 7

Orang berkepribadian atau bermental lemah gampang mengalami gangguan mental

Fakta: Perlu digaris bawahi kalau gangguan jiwa tidak ada hubungannya dengan karakter seseorang atau kelemahan pribadi. Banyak faktor yang bisa memicu gangguan jiwa seperti masalah di kantor, keluarga atau pengalaman kekerasan memang bisa membuat seseorang lebih rentan.

Namun, itu tidak berarti bahwa orang tersebut akan mengalami gangguan mental. Pengalaman hidup hanyalah salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan mental.

Kesimpulan

Jangan sampai kita langsung percaya terhadap mitos yang berkembang di masyarakat yang bisa mengakibatkan kita mengisolasi orang dengan gangguan jiwa. Ini karena orang yang memiliki gangguan kesehatan mental juga memiliki hak yang sama untuk diterima di masyarakat.


Ikuti update terbaru kami dengan email:

Leave a comment