9 Fakta Transgender – Tidak Banyak Orang Tahu

Di beberapa negara seperti Thailand, transgender mendapat perhatian dan dukungan oleh masyarakatnya. Tapi berbeda dengan negara kita Indonesia, kehadiran trangender masih dianggap tabu dan aib oleh masyarakat. Walaupun keberadaannya menjadi kontroversi, tidak sedikit orang Indonesia yang menjalani operasi untuk ganti kelamin.

9 Fakta Transgender

Nah buat kamu yang tidak terlalu mengerti, berikut ini adalah 9 fakta transgender yang tidak banyak orang tahu.

9. Tingkat Terkena HIV Lebih Tinggi

Menurut Centers for Disease Control, secara total pata transgender tiga kali lebih tinggi terkena HIV daripada orang normal pada umumnya. Dalam sebuah studi, 84% dari orang yang di diagnosis HIV adalah wanita transgender dan 15% nya adalah pria transgender.

Sedangkan yang 1% sisanya adalah ketidaksesuaian gender. Dari jumlah 84% yang telah didiagnosis, sekitar 14% perempuan transgender positif terjangkit HIV dan hampir setengah dari mereka adalah orang kulit hitam.

8. Operasi Transgender Sudah Ada Sejak Dulu

Meskipun fenomena operasi ganti kelamin tergolong baru di masyarakat modern, nyatanya, operasi transgender itu sudah ada sejak lama lho guys. Operasi pertama yang dilakukan adalah mastektomi (operasi pengangkatan payudara) pada tahun 1926 yang dilakukan oleh klinik seksologi terkenal di Jerman, Magnus Hirschfeld.

Sedangkan penektomi (operasi bedah untuk mengangkat pen**) pertama kali dilakukan empat tahun kemudian. Untuk vaginoplasti (operasi pengencangan vag***) pertama kali di lakukan pada tahun berikutnya. Sayangnya, pasien meninggal tak lama setelah itu.

7. Wanita Transgender Bisa Berkompetisi Dalam Olahraga

Mungkin kalian berfikir kalau wanita yang dulunya seorang pria tidak bisa berpartisipasi dalam ajang olahrahga. Tetapi Komite Olimpiade Internasional telah mengijinkan wanita transgender untuk berpartisipasi dalam pertandingan olahraga sejak tahun 2003 lalu.

Memang hampir semua orang setuju kalau pria transgender ikut bersaing. Tapi sebaliknya, banyak orang yang melihat kalau wanita yang dulunya pria memiliki keuntungan sendiri dan yang tidak adil jika ikut kompetisi olahraga. Karena mereka dulunya seorang pria yang tentunya memiliki tenaga lebih besar.

Dan untuk mengatasi permasalahan ini, IOC meresmikan beberapa aturan yang sangat spesifik untuk para peserta ynag akan ikut ajang olahraga yaitu persyaratan penentuan hormon atau level testosteron pada atlet wanita mereka. 

Tingkat Pembunuhan Orang-Orang Transgender Meningkat

6. Banyak Orang Menyesal Pasca Operasi Ganti Kelamin

Walaupun tidak ada laporan resmi atau survey tentang penyesalan setelah mereka ganti kelamin, beberapa dokter melaporkan kalau para pasien biasanya akan kembali lagi dalam beberapa bulan atau beberapa tahun pasca operasi. Mereka rata-rata menyesal dan meminta dokter untuk mengembalikan jenis kelamin kesemula.

Selain itu, dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, sekitar satu dari 20 orang diyakini mengalami penyesalan pasca-operasi. Beberapa orang melaporkan kalau pengaruh hormon, keputusan yang terburu-buru untuk menjalani operasi, dan kurangnya terapi yang tersedia menjadi penyebab rasa penyesalan mereka di kemudian hari.

5. Operasi Ganti Kelamin Lebih Mahal Dari Yang Orang Pikirkan

Bagi mereka yang menderita disforia gender (gangguan identitas gender), ada beberapa pilihan yang bisa mereka ambil. Banyak dari mereka yang hanya akan berpakaian sesuai jenis kelamin pilihan mereka hingga menggunakan obat pengganti hormon. Dan untuk pilihan paling ekstrem adalah operasi penggantian kelamin.

Tidak semua orang bisa melakukan operasi ini karena biayanya yang sangat mahal. Beberapa penelitian menetapkan harga lebih dari $ 100.000 atau sekitar lebih dari 1.4 milyar untuk operasi lengkap pergantian kelamin termasuk operasi payu****. Oleh karena itu, banyak orang yang hanya akan menjalani sebagian operasi seperti hanya melakukan pengangkatan dada.

4. Berhubungan Intim Dengan Wanita Transgender

Wanita transgender merupakan wanita yang dulunya seorang pria. Beberapa pria tidak mengganggap dirinya gay jika berhubungan intim dengan wanita transgender, bahkan jika wanita tersebut belum menyelesaikan operasi transformasi sepenuhnya.

Banyak bukti anekdotal, di mana pria semakin besar kemungkinannya untuk tertarik pada wanita transgender. Untuk pendekatan yang lebih ilmiah, penelitian telah menunjukkan bahwa satu-satunya hal yang benar-benar penting bagi sebagian pria adalah bahwa mereka secara lahiriah terlihat “feminim”. Dalam sebuah penelitian, sebagian besar pria juga mengaku kalau mereka hanya berpura-pura jika pasangan seksual mereka tidak memiliki pe***.

3. Tingkat Pembunuhan Orang-Orang Transgender Meningkat

Meski masih sedikit, jumlah pembunuhan terhadap orang transgender telah meningkat di AS dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2018, setidaknya ada 26 pembunuhan dan sebagian besar korbannya adalah wanita transgender kulit hitam.

Pada tahun 2019 saja setidaknya sudah ada 21 pembunuhan. Sama seperti tahun sebelumnya, orang kulit hitam yang rata-rata terbunuh. Bahkan, beberapa penelitian telah menunjukkan sebanyak 10% orang melaporkan telah diserang secara fisik dalam setahun terakhir.

Tingkat Pembunuhan Orang-Orang Transgender Meningkat

2. Komplikasi Mengerikan Pasca Operasi Ganti Kelamin

Meskipun setiap operasi memiliki beberapa jenis risiko, operasi penggantian kelamin menimbulkan komplikasi sendiri. Masalah kesehatan yang paling sering dilaporkan berpusat di sekitar kandung kemih atau uretra. Mengingat kerumitan operasi dari pria ke wanita atau sebaliknya, tidak mengherankan kalau komplikasi kandung kemih umum terjadi.

Sebuah studi pada tahun 2017 menyimpulkan, lebih dari 33% orang mengeluhkan masalah medis tertentu saja. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan sebanyak 11% pasien memerlukan operasi tambahan yang tidak direncanakan karena pendarahan yang luas di lokasi bedah.

1. Tingkat Bunuh Diri Para Transgender Tinggi

Fakta terakhir yairu mereka lebih cenderung mencoba untuk bunuh diri baik karena masalah harga diri terkait dengan disforia gender atau intimidasi yang dari masyarakat yang mereka terima. Sebanyak 43% transgender melaporkan kalau mereka telah mencoba bunuh diri setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Sehubungan dengan intimidasi atau kekerasan, hampir 30% remaja melaporkan dalam satu survei kalau mereka merasa tidak aman saat bepergian ke atau dari sekolah. Dengan jumlah yang hampir sama mengatakan kalau mereka telah mengalami pelecehan seksual. Dibanding seorang lebian atau gay, transgender hampir dua kali lebih mungkin untuk berpikir untuk melakukan bunuh diri.