Mitos dan Fakta Penyakit Ashma

Penyakit Ashma merupakan salah satu jenis penyakit yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dialami oleh siapa saja dan semua jenis umur, baik wanita ataupun pria. Apalagi, banyak sekali mitos tentang penyakit ashma yang berkembang di masyarakat tanpa tahu kebenarannya. Untuk mengindari kesalahpahaman, lebih baik kita tahu faktanya telebih dahulu.

Penyakit Asma

Mitos dan Fakta Penyakit Ashma

Penyakit Ashma merupakan penyebab paling umum ketiga dari kebanyakan anak-anak yang dirawat di rumah sakit. Seperti penyakit lainnya, ashma juga memiliki berbagai mitos baik tentang gejala maupun pengobatannya. Berikut ini fakta dan mitos seputar Ashma.

1. Mitos: Ashma bisa disembuhkan total

Fakta: Salah

Banyak orang yang belum tahu kalau ashma tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Penyakit ini memang bisa menjadi lebih baik dan gejalanya bisa semakin jarang kambuh setelah pengobatan. Namun, bukan berarti ashma benar-benar telah disembuhkan.

Ketika terkena pemicu ashma seperti debu atau lainnya, maka gejala ashma akan muncul kembali. Jadi, mengkonsumsi obat-obatan atau alat bantu khusus penderita ashma hanya untuk mengurangi gejalanya. Penyakit ini hanya bisa dikendalikan tetapi tidak dapat disembuhkan.

2. Mitos: Suplemen dapat menyembuhkan ashma

Fakta: Salah

Ada banyak suplemen beredar yang diyakini bisa menyembuhkan ashma. Tetapi, sejauh ini belum ada penelitian ilmiah khusus yang dapat membuktikan bahwa suplemen tersebut benar-benar efektif untuk pengobatan ashma. Kita juga tahu kalau penyakit ini tidak bisa disembuhkan total, tapi hanya meredakan gejalanya.

Saran terbaik yang bisa dilakukan para penderita ashma adalah makan makanan yang bergizi, sehat, dan seimbang seperti buah-buahan, sayuran, rendah lemak, dan makanan berserat tinggi. Selain dengan pengobatan, hidup sehat juga membantu mengurangi gejalanya.

3. Mitos: Ashma terjadi karena masalah neurologis dan psikologis

Fakta: Salah

Ashma adalah penyakit pernapasan yang melibatkan paru-paru dan saluran pernapasan. Gejala penyakit ini timbul karena penyempitan saluran pernapasan dan disertai peradangan berulang. Hal ini terjadi karena dipicu banyak hal seperti debu, cuaca dingin, serbuk sari bunga, dan tungau.

penyebab penyakit asma

4. Mitos: Menggunakan obat jangka panjang, lama-lama kebal dan tidak efektif lagi

Fakta: Salah

Dalam pengobatan ashma, tidak ada istilah resistan atau kebal terhadap obat apabila sering mengkonsumsi. Jika kamu mengkonsumsi obat dengan dosis yang tepat seperti yang direkomendasikan dokter, maka akan memastikan obat ashma lebih efektif untuk penderitanya.

5. Mitos: Ashma hanya perlu diobati selama kambuh

Fakta: Bisa benar atau salah

Sebenarnya, ada dua jenis pengobatan ashma yaitu obat pengontrol dan pereda. Obat pengontrol dikonsumsi ketika penderita tidak diserang untuk mencegah kekambuhan. Sedangkan obat pereda dikonsumsi ketika ashma kambuh untuk meredakan saluran pernapasan. Kebanyakan, penderita ashma memang memerlukan obat pengontrol ashma yang dikonsumsi secara teratur untuk menghindari kekambuhan.

6. Mitos: Penderita ashma tidak boleh berolahraga

Fakta: Salah

Banyak orang yang percaya kalau penderita ashma lebih baik jangan berolahraga terlalu berat takutnya bisa kambuh. Padahal, dengan berolahraga dapat meningkatkan kapasitas paru-paru dan dapat membuat gejala ashma lebih mudah dikendalikan. Ditambah lagi, tubuh kita lebih bugar sehingga tidak rentan terhadap infeksi pernapasan.

Tetapi tidak semua olahraga bisa dilakukan penderita ashma. Jenis olahraga yang bisa dilakukan adalah berjalan kaki, bersepeda, berlari santai, dan berenang. Untuk menghindari kelelahan yang parah, lakukan olahraga dengan intensitas ringan terlebih dahulu dan tingkatkan secara bertahap.

Kesimpulan

Penyakit Ashma merupakan penyakit pernapasan yang bisa dialami oleh siapa saja dan semua jenis umur. Untuk mengindari kesalahpahaman tentang penyakit ini, lebih baik kita tahu mitos dan faktanya telebih dahulu, sehingga bisa menangani ashma dengan tepat.