Kelebihan Sistem Pendidikan di Jepang

Jepang memang terkenal akan pendidikannya yang berkualitas. Ada beberapa kelebihan sistem pendidikan di Jepang yang perlu kita contoh. Setiap negara pasti memiliki sistem pendidikan yang berbeda-beda. Khusus sistem pendidikan di Jepang memiliki keunikan tersendiri. Sistem pendidikan di Jepang direformasi setelah Perang Dunia II. Dari sistem yang lama 6-5-3-3 diubah menjadi sistem baru 6-3-3-4 yang artinya 6 tahun sekolah dasar, 3 tahun SMP, 3 tahun sekolah menengah atas, dan 4 tahun tahun di perguruan tinggi. Sistem baru ini merupakan referensi dari sistem Amerika. Jepang memiliki salah satu orang-orang terdidik terbaik di dunia.

Kelebihan Sistem Pendidikan di Jepang
Sistem Pendidikan di Jepang

Sistem Pendidikan di Jepang

Berikut ini merupakan kelebihan sistem pendidikan negara maju, Jepang yang perlu kamu tahu.

Tidak Ada Tes Untuk Tiga Tahun Pertama Sekolah

Peraturan yang satu ini cukup unik tapi memiliki tujuan bagus tersendiri. Alasan mengapa para siswa di Jepang tidak diberikan tes sampai melangkah di tahun keempat karena untuk mengajarkan anak-anak yang baru tumbuh tentang sopan santun atau perilaku terlebih dahulu di 3 tahun awal mereka sekolah. Nah ini perlu kita tiru guys, mengajarkan manner terlebih dulu sangat penting dari pada mengejar nilai tinggi. Apalagi menurut budaya Jepang, mengajarkan sopan santun kepada anak muda lebih penting daripada melakukan serangkaian ujian.

Untuk Peraturan unik lainnnya baca juga 5 Aturan Unik Keluarga Kerajaan Inggris

Karakter awal anak-anak harus diajarkan lebih awal untuk kelancaran dalam proses belajar nanti dan kedepannya kelak. Praktek untuk menghormati orang lain dan orang yang lebih tua juga diajarkan di kelas. Siswa harus belajar bagaimana memperlakukan orang tua, guru, dan orang lain dengan benar. Jadi selain mereka punya prestasi yang bagus tapi berperilaku sangat baik karena dari kecil diajarkan sopan-santun dulu.

Ada Menu Makanan Standard

Menjaga kesehatan sangat penting buat masyarakat Jepang. Orang Jepang tidak terlalu suka makanan berat. Para siswanya juga disajikan menu standar untuk makanan yang akan mereka konsumsi. Mereka diajarkan untuk menjaga kesehatan dengan memperhatikan kualitas dan porsi makanannya. Biasanya menu yang disajikan dikantin sekolah berasal dari bahan-bahan local yang masih segar dan bahkan dibuat langsung oleh koki terlatih dan ahli kesehatan. Jadi makanan yang tersaji di kantin sekolah mereka sudah terjamin kualitasnya.

Tidak Ada Pegawai Kebersihan

Siswa di Jepang harus membersihkan kelas mereka sendiri secara mandiri karena memang tidak ada pegawai kebersihan disekolah yang dipekerjakan untuk membersihkannya. Kebiasaan ini diterapkan di Jepang untuk membangun kerja tim, berbagi tanggung jawab, dan mengembangkan kepekaan terhadap lingkungan.

Seni Tradisional Diajarkan di Sekolah Umum

Kebudayaan sangat kental di Jepang dari dulu sampai sekarang dan bahkan dijadikan identitas tersendiri bagi mereka. Di Jepang, para siswa diajarkan seni tradisional seperti Shodo (tulisan kaliber Jepang) dan haiku (sejenis gaya pembuatan puisi). Ketika belajar shodo, siswa diminta untuk menulis Kanji dan Kana menggunakan pena bambu yang diaplikasikan dengan tinta di ujungnya.

Mahasiswa Masih Memakai Seragam

Kebanyakan sekolah diberbagai negara ketika sudah memasuki perguruan tinggi akan memakan seragam bebas sopan. Hal ini tidak terjadi di Jepang. Di Jepang, siswa dari sekolah menengah pertama hingga universitas diperlukan untuk mengenakan seragam. Ada beberapa standar untuk seragam seperti gaya militer, seragam hitam untuk anak-anak, blus sailor, dan rok untuk anak perempuan.

Sebenarnya ada poin penting kenapa mereka harus berseragam. Dengan menggunakan seragam yang sama, maka rasa memiliki satu sama lain akan lebih besar. Uniknya lagi, tidak hanya seragamnya yang sama, siswa di Jepang juga terbatas dalam penampilan mulai dari tas punggung, tata rias, hingga gaya rambut.


Ikuti update terbaru kami dengan email:

Leave a comment