Fakta Mitos Minyak Kelapa

Pohon kelapa memang pohon dengan seribu manfaat. Kelapa bahkan telah menjadi makanan berharga di daerah tropis selama ribuan tahun dan secara tradisional bisa dinikmati dari pusat buah, dagingnya, atau santan kelapa. Dari akar sampai tunas pun bisa dibuat ke berbagai produk olahan termasuk minyak kelapa.

Seperti yang kita tahu kalau manfaat minyak kelapa cukup beragam. Diantaranya bisa untuk keperluan memasak, perawatan tubuh atau kecantikan, dan kesehatan. Karena manfaatnya yang beragam inilah, penggunaan minyak ini kian popular di masyarakat.

Fakto Mitos Manfaat Minyak Kelapa

Minyak kelapa bahkan menjadi favorit dan penggemar diet paleo dan penjual makanan super. Ada beberapa fakta dan mitos yang beredar dan perlu kamu tahu nih guys, agar tidak salah dalam penggunaanya. Sejumlah mitos memang telah tersebar di internet tanpa mengetahui faktanya. Berikut ini adalah fakta dan mitos minyak kelapa untuk kesehatan yang perlu kamu tahu.

Fakta Dan Mitos Tentang Manfaat Minyak Kelapa

1. Mitos Mengurangi Resiko Penyakit Jantung

Fakta: Bukti dari penelitian terhadap orang-orang yang hidup secara traditional dengan mengandalkan kelapa sebagai sumber utama lemak menunjukkan tingkat rendahnya penyakit jantung. Hanya saja, beberapa studi cermat menunjukkan kalau efek dari minyak kelapa pada peningkatan kolesterol LDL lebih besar dari pada jagung, safflower atau campuran kedelai dan minyak wijen.

Jadi khasiat minyak kelapa bisa mengurangi resiko jantung belum tentu benar. Ditambah lagi, penelitian dari 21 makalah penelitian menyatakan kalau minyak kelapa tidak bisa diandalkan untuk mengurangi kolesterol darah atau melindungi terhadap penyakit jantung.

2. Mitos Membantu Menurunkan Berat Badan

Fakta: Banyak orang yang mengatakan kalau minyak kelapa bisa membantu menurunkan berat badan. Tetapi tidak ada penelitian pasti yang menemukan kalau minyak jenis ini akan membantu menurunkan berat badan.

Kemampuannya untuk menghilangkan lemak timbul karena hasil gagasan yang salah kalau minyak jenis ini identik dengan produk laboratorium semi-sintetik yang dikenal sebagai minyak MCT. Minyak MCT itu bisa larut dalam air dan dirancang untuk orang yang kekurangan gizi. Ini karena mereka kekurangan enzim normal yang bisa memecah lemak.

Minyak MCT sendiri terdiri dari dua asam lemak, asam kaprilat dan kapris. Sementara, minyak kelapa hanya memiliki sedikit asam tersebut dan asam lemak yang dominan adalah asam laurat. Jadi minyak dari kelapa itu berbeda dengan minyak MCT yang bisa menghilangkan lemak. Studi lemak termasuk minyak kelapa telah menemukan kalau bahan tersebut tidak memiliki efek pada rasa lapar, kenyang, kepuasan, atau pemikiran makanan saat ini.

3. Mitos Menyehatkan Rambut

Fakta: Mitos yang satu ini memang sudah sangat terkenal yaitu untuk menyehatkan rambut. Beberapa makalah yang diterbitkan dalam Journal of Cosmetic Science menyatakan kalau minyak kelapa yang diterapkan pada rambut lebih baik dalam menembus batang rambut daripada minyak mineral biasa. Minyak kelapa yang dipijat ke rambut juga tidak akan mempengaruhi kesehatan kita.

4. Mitos Bisa Membunuh Virus Dan Bakteri

Fakta: Mitos yang beredar dibeberapa situs mengatakan kalau minyak kelapa dapat membunuh virus, jamur, dan bakteri karena kandungan monolaurinnya. Tetapi, sebuah penelitian pada tikus menunjukkan kalau zat monolaurin bisa memberi perlindungan terhadap bakteri Staphylococcus Aureus.

Bakteri ini yang bertanggung jawab untuk beberapa infeksi bakteri. Sebaliknya, monolaurin dalam minyak ini malah sangat populer sifat pengemulsi dan pelembabnya dalam kosmetik, deterjen, dan sabun.

5. Mitos Memutihkan Gigi

Fakta: Mitos yang terkenal terakhir adalah memutihkan gigi. Mitos ini merupakan gagasan yang didapat kalau minyak kelapa bisa membunuh organisme berbahaya.

Karena gagasan inilah banyak yang berpikir kalau minyak dari kelapa ini juga bisa memutihkan gigi. Hanya saja, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung praktik ini. Minyak kelapa juga seharusnya tidak menggantikan perawatan gigi yang tepat dan benar.

Fakta Mitos Minyak Kelapa

Scroll to top