10 Ciri-Ciri Psikopat – Tanda Kamu Seorang Psikopat

Kalian pasti pernah menonton film atau membaca buku yang menggambarkan sosok psikopat kan guys? Ciri-ciri psikopat sering digambarkan sebagai seorang pembunuh berdarah dingin, pemerkosa atau sebagai orang yang hanya melakukan kejahatan murni. Tapi dari beberapa kasus, tidak semua psikopat merupakan seorang pembunuh yang kejam lho guys.

10 Ciri-Ciri Psikopat

Beberapa psikopat memiliki kehidupan dan pekerjaan yang normal. Jika kamu berpikir kalau kamu mungkin saja seorang psikopat, kamu bisa mengukur dari daftar ciri-ciri psikopat di bawah ini. Nah langsung saja nih guys, berikut ini adalah 10 ciri-ciri psikopat versi Taupedia.

10. Memiliki Gangguan Kepribadian Antisosial

Untuk membuat diagnosis tentang kondisi mental seseorang, para psikiater dan psikolog di dunia menggunakan buku panduan The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Edisi Kelima (DSM-5). Sedangkan, penyakit kejiwaan psikopat sendiri bukanlah kondisi yang akan ditemukan dalam buku DSM-5.

Walaupun psikopati dianggap sebagai sifat kepribadian dan diukur dengan berbagai tes kepribadian yang digunakan oleh psikolog, psikopati bukanlah diagnosis resmi yang bisa diberikan langsung ke seseorang. Diagnosis yang terdekat dengan psikopati sendiri adalah gangguan kepribadian antisosial. Buku panduan resmi DSM-5 menggambarkan bagaimana orang dengan kepribadian antisosial sering disebut sebagai psikopat.

Kamu bisa menganggap kalau “kepribadian antisosial “itu sebagai istilah psikiatris dan istilah “psikopat” sebagai istilah awam yang banyak orang tahu. Diagnosis ini hanya bisa diberikan kepada mereka yang berusia minimal 18 tahun.

Kenapa diagnosis antisosial atau psikopat hanya bisa diberikan ke orang yang minimal usia 18 tahun, karena tingkat perkembangan, kepribadian, dan temperamen anak semuanya berubah saat mereka tumbuh dewasa. Banyak yang percaya kalau perilaku bermasalah di masa kanak-kanak merupakan hal normal dan bisa diatasi lebih awal.

10 Ciri-Ciri Psikopat – Tanda Kamu Seorang Psikopat

Namun, ada juga versi gangguan kepribadian antisosial yang terjadi pada masa anak-anak. Sebenarnya, kondisi ini lebih dikenal sebagai “gangguan perilaku.” Tidak semua anak dengan gangguan perilaku akan memiliki kepribadian antisosial saat dewasa.

Tapi jika seorang anak memiliki beberapa gejala gangguan perilaku dan masalah yang dimulai pada usia muda, kemungkinan besar anak tersebut akan tumbuh dengan memiliki gangguan kepribadian antisosial, kecenderungan psikopat, atau bahkan keduanya.

9. Kurangnya Emosi dan Rasa Takut

Seorang psikopat biasanya memiliki gairah fisiologis (kurangnya emosi dan rasa takut) dan reaktivitas yang rendah. Ini berarti, mereka tidak menanggapi rangsangan dengan cara yang sama seperti kita semua.

Sebagai contoh, pikirkan saja saat kamu mengalami ketakutan seperti tiba-tiba mendengar suara keras di tengah malam atau merasa gugup seperti akan kencan pertama dengan seseorang yang sangat kamu sukai. Saat ketakutan atau gugup, normalnya kamu akan berkeringat, gemetar, nafas terengah-engah, jantung berdebar, dan mungkin merinding kan guys?

Nah, respon tubuh seperti ini merupakan respons stres fisiologis yang normal. Respon ini bertindak sebagai cara tubuhmu memberi tahu kalau kamu mungkin dalam bahaya. Tapi sebaliknya, seorang psikopat biasanya tidak memiliki respons fisiologis seperti di atas.

Mereka cenderung memiliki detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh yang lebih rendah dari orang normal. Gairah yang rendah seperti inilah yang biasanya dikaitkan dengan beberapa perilaku dan ciri-ciri psikopat, seperti kurangnya emosi dan kurangnya rasa takut.

8. Kurangnya Rasa Empati dan Rasa Menyesal

Menurut buku panduan DSM-5, kurangnya rasa penyesalan dan empati terhadap orang lain merupakan salah satu kriteria untuk gangguan kepribadian antisosial. Empati adalah kemampuan untuk memahami apa yang dialami seseorang dari sudut pandang orang itu atau kemampuan untuk menempatkan dirimu pada posisi orang lain.

Seorang psikopat cenderung mengalami kesulitan untuk memahami perspektif orang lain. Mereka juga sering mengabaikan kebutuhan diri sendiri, mengabaikan kepercayaan dan keselamatan orang lain. Mereka akan melanggar hak orang lain, terutama untuk keuntungan pribadi.

Oleh karena itu, seorang psikopat biasanya kurang merasakan penyesalan atau rasa bersalah atas tindakan mereka sendiri. Seringkali, mereka acuh tak acuh memperlakukan orang lain dan merasionalisasi segala perilaku buruk mereka.

Misalnya, seorang psikopat bisa membenarkan tindakan pencurian dari seseorang dengan mengatakan, kalau orang tersebut pantas mengalami pencurian karena dia meninggalkan propertinya tanpa pengawasan. Atau bahkan mereka akan bekerja sebagai penipu dan membenarkan tindakan mereka dengan mengatakan, kalau korban itu bodoh dan mudah tertipu. Oleh karena itu mereka pantas ditipu.

Kurangnya Rasa Empati dan Rasa Menyesal

7. Suka Menyiksa Dan Membunuh Hewan

Menyiksa hewan sebenarnya bukanlah gejala gangguan kepribadian antisosial, tapi lebih ke gejala gangguan perilaku anak. Tapi tindakan ini juga menjadi salah satu faktor risiko seorang anak mengembangkan gangguan kepribadian antisosial di masa dewasa nanti.

Membunuh hewan tidak selalu berarti seorang anak memiliki sifat psikopat. Banyak anak-anak yang menghabiskan waktu di luar rumah juga sering membunuh semut, serangga, berudu, katak, atau hewan kecil lainnya hanya untuk bersenang-senang.

Makanya, penting bagi orang tua untuk membedakan perilaku apa yang normal atau pantas secara budaya dan perilaku yang tidak normal atau tidak pantas. Contohnya saja, membunuh hewan untuk olahraga ketika berburu atau memancing bukanlah indikasi perilaku abnormal atau psikopat karena kegiatan ini relatif normal di masyarakat.

Contoh perilaku psikopat terhadap hewan termasuk membakar, memukul, atau membunuh kucing, anjing, kuda, atau hewan lain yang tidak biasa diburu untuk dikonsumsi di masyarakat.

6. Tidak Bertanggung Jawab

Ciri-ciri lainnya yaitu kurangnya rasa tanggung jawab. Contoh-contoh yang diberikan dalam buku panduan DSM-5 seperti kesulitan menjaga pekerjaan, tidak bisa mengurus keuangan dan kewajiban.

Ciri-ciri psikopat kurangnya rasa tanggung jawab ini lebih terkait dengan kurangnya rasa bersalah. Misalnya, mereka bisa melakukan penipuan di tempat kerja yang menyebabkan pemutusan hubungan kerja mereka.

Psikopat juga akan menunjukkan perilaku kekerasan atau tindakan agresif yang membuat sulit mereka untuk mempertahankan pekerjaan. Karena mereka tidak bisa tetap bekerja, maka mereka sering gagal memenuhi kebutuhan keuangan. Perilaku mereka yang lain yaitu impulsif dan ceroboh yang bisa berakibat pada masalah keuangan.

Psikopat bisa terlibat dalam perjudian atau tindakan nekat lainnya. Kurangnya tanggung jawab inilah yang bisa memengaruhi aspek lain kehidupan psikopat seperti tidak bertanggung jawab dalam hubungan pertemanan, keluarga, atau percintaan.

5. Berperilaku Impulsif

Impulsif (bertindak secara tiba-tiba) merupakan gejala lain dari gangguan kepribadian antisosial yang bisa ditunjukan dengan berbagai cara. Biasanya, psikopat secara tiba-tiba mengatakan, melakukan, atau membeli sesuatu tanpa memikirkan konsekuensinya. Perilaku impulsif ini juga berkontribusi terhadap banyak gejala dan perilaku lain yang ditunjukkan oleh psikopat.

Sebagai contoh, mereka mungkin secara impulsif membelanjakan uang berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan. Mereka juga biasanya mengalami kesulitan untuk mengendalikan amarah dan bertindak agresif atau kasar secara tiba-tiba.

Berperilaku Impulsif

Ada beberapa temuan neurologis yang bisa menjelaskan tentang munculnya tindakan impulsif dan agresif ini. Para peneliti telah menemukan adanya lobus frontal yang kurang berkembang pada psikopat.

Lobus frontal adalah bagian dari otak yang terletak di belakang area dahi yang berfungsi untuk mengendalikan pemikiran tingkat tinggi dan beberapa aspek kecerdasan.

Lobus frontal inilah yang memungkinkan otak kita untuk merencanakan apa yang akan kamu lakukan dan katakan serta membantumu memahami konsekuensi dari tindakanmu sendiri. Selain itu, kelainan lobus frontal ini juga dikaitkan dengan penyakit mental ADHD / ADD yang sering ditandai dengan gangguan perilaku dan gangguan kepribadian antisosial.

4. Nekat dan Sembrono

Suka nekat dalam melakukan suatu hal merupakan gejala lain dari gangguan kepribadian antisosial. DSM-5 menggambarkan sifat nekat ini sebagai “pengabaian yang sembrono terhadap keselamatan diri sendiri atau orang lain.”

Sementara itu, para psikopat cenderung mementingkan diri sendiri dan tindakan impulsif mereka kadang membuat kesehatan dan keselamatan mereka sendiri terancam bahaya.

Contoh dari tindakan nekat dan sembrono seperti mengemudi ugal-ugalan, menghabiskan uang, menggunakan narkoba, atau perilaku penyimpangan seksual. Walapun psikopat normalnya tidak kenal rasa takut ketika bertindak, tapi tidak semua psikopat menunjukkan perilaku seperti ini.

Faktor-faktor individu seperti kecerdasan dan kepribadian bisa memengaruhi sifat psikopatnya. Misalnya, psikopat yang lebih cerdas mampu mengendalikan tindakan impulsif dan perilaku sembrono mereka serta bisa merencanakan cara memanipulasi orang tanpa tertangkap.

3. Terlibat Dalam Tindakan Kriminal

Tindakan kriminal juga menjadi salah satu gejala gangguan perilaku dan gangguan kepribadian antisosial. Psikopat  yang terlibat dalam tindakan kriminal biasanya karena mereka tidak merasa bersalah melakukan hal buruk kepada orang lain (kurangnya penyesalan).

Mereka mengalami kesulitan memahami perspektif orang lain. Oleh karena itu, mereka tidak mengerti bagaimana rasanya dikasari, diserang, atau dicuri karena kurangnya empati.

Terlibat Dalam Tindakan Kriminal

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ciri-ciri psikopat lainnya yaitu impulsif dan gegabah. Oleh karena itu, mereka dapat melakukan kejahatan tanpa memikirkan konsekuensi negatif dari tindakan mereka seperti denda atau penangkapan. Sementara itu, banyak psikopat yang juga terlibat dalam kegiatan illegal.

Mengerikannya lagi, tidak semua psikopat bisa tertangkap dan tidak semua orang yang dipenjara adalah psikopat, karena hanya sekitar 25 persen dari total orang yang dipenjara merupakan seorang psikopat. Psikopat yang lebih baik dalam mengendalikan perilaku mereka dan memiliki IQ lebih tinggi, biasanya tidak akan melakukan tindakan ilegal.

2. Terlihat Seperti Orang Baik Dan Menarik

Memiliki kepribadian yang menarik atau cara berbicara yang baik kriteria resmi untuk gangguan kepribadian antisosial, tetapi lebih ke karakteristik yang sering terlihat pada psikopat.

Meskipun mereka memiliki masalah dengan empati, para psikopat memiliki pemahaman tentang hubungan bersosial dan bagaimana orang lain berperilaku, serta dapat meniru atau berpura-pura empati dan berpura-pura baik. Hal ini dilakukan untuk mempermudah mereka mengontrol dan memanfaatkan orang lain.

Sikap baik dan ramah ini merupakan salah satu faktor yang membedakan psikopat dari sosiopat. Psikopat cenderung bertindak baik, menawan, hangat, dan tertarik pada lawan bicara. Sedangkan sosiopat kurang bisa bertindak seperti orang normal. Mereka lebih memperjelas niat mereka dan tidak mencoba berpura-pura tertarik pada orang lain.

Sosiopati bukanlah diagnosis resmi dalam DSM, dan sosiopat sering didiagnosis dengan gangguan kepribadian antisosial juga. Meskipun sosiopat dan psikopat didiagnosis dengan gangguan kepribadian antisosial, perilaku dan karakteristik yang mereka tunjukkan akan berbeda.

10 Ciri-Ciri Psikopat – Tanda Kamu Seorang Psikopat

1. Manipulatif

Ciri-ciri psikopat terakhir yaitu bersifat manipulatif atau manipulasi (usaha untuk memengaruhi perilaku atau tindakan orang lain secara tidak langsung). Psikopat sering berbohong dan memanipulasi orang lain untuk keuntungan pribadi atau bahkan hanya untuk kesenangan semata.

Mereka sering dipandang sebagai orang yang berhati dingin karena rela melakukan apa pun untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Karakteristik ini sering mempengaruhi psikopat secara negatif, beberapa psikopat menerapkan perilaku ini dengan cara yang lebih positif.

Banyak psikopat yang memiliki kecerdasan tinggi dan memiliki karier yang sukses di bidang yang membutuhkan kepribadian yang manipulatif. Misalnya, psikopat sering bekerja dengan baik sebagai sales, CEO, dan pengacara.

Pekerjaan di bidang ini membutuhkan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, kepribadian yang kejam, dan mampu memanipulasi klien untuk melakukan apa yang kamu inginkan atau untuk membeli produmu.