Elizabeth Bathory Wanita Kejam Tak Beradab

Elizabeth Bathory merupakan sosok yang terkenal sepanjang sejarah sebagai wanita kejam tak beradab dimasanya. Selama bertahun-tahun, dia bersenang-senang dengan menyiksa dan membunuh gadis-gadis muda di kastilnya, kastil Cachtice. Elizabeth Bathory telah membunuh dan menyiksa sekitar 600 wanita hanya dalam kurun waktu 17 tahun.

Elizabeth Bathory memang sangat terkenal suka menyiksa wanita muda dengan keji dan menguras darah mereka yang kemudian digunakan untuk mandi. Namun, wanita yang disiksa dan dikuras darahnya bukan wanita sembarangan, tetapi harus gadis yang masih perawan. Hal keji ini dia lakukan karena Bathory percaya dan terobsesi kalau mandi darah perawan akan memberikan kecantikan abadi.

Elizabeth BathoryElizabeth Bathory Wanita Terkejam

Bathory memulai aksi kejinya dengan menyiksa dan membunuh gadis-gadis dari keluarga petani yang datang ke istana untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Setelah para petani sadar putri mereka menghilang dengan tidak wajar, para petani lain mulai menyembunyikan anak perempuan mereka dan tidak mau mengirim ke istana untuk bekerja lagi. Hal ini tidak membuat Bathory berhenti melakukan aksi kejinya.

Karena obsesinya menggunakan darah perawan untuk kecantikan abadi itulah, target Elizabeth kemudian pindah ke para wanita bangsawan setempat dengan menawarkan kelas etiket. Para gadis bangsawan kemudian disiksa satu-persatu dan darah mereka dikuras dikumpulkan di bak mandi.

Awal Mula Kekejaman Elizabeth

Kejadian ini dimulai pada awal 1600-an. Elizabeth Bathory dikenal sebagai istri dari sebuah keluarga kaya di Hongaria. Ketika dia menikah, Elizabeth diberi properti Kastil Cachtice yang dikelilingi oleh desa suaminya berasal. Di awal pernikahan, kehidupannya berlangsung layaknya keluarga bangsawan normal dengan dikaruniai 3 orang anak. Pada tahun 1604, suaminya kemudian meninggal dunia dan dia pindah ke kastilnya.

Setelah pindah ke kastil, kekejamannya pun dimulai. Dia bahkan menyewa tim asisten pribadi untuk menemukan mangsa para gadis-gadis muda perawan di desa. Asisten pribadinya terdiri dari tiga wanita tua, seorang anak muda yang cacat, dan seorang penyihir sadis bernama Anna Darvulia. Annalah yang memimpin tim tersebut dan juga menjadi kekasih Elizabeth.

Elizabeth ternyata punya kelainan seksual menyimpang dan suka menyiksa gadis di istananya. Mereka menggunakan berbagai macam cara untuk menyiksa para gadis tersebut. Ketika musim dingin, mereka akan membawa seorang gadis telanjang ke salju dan menyiram dengan air dingin. Gadis itu kemudian ditinggal di luar sampai mati kedinginan.

Wanita Kejam Tak BeradabPada musim semi, cara menyiksa mereka juga berbeda. Mereka akan mengolesi madu ke tubuh gadis telanjang dan diikat di luar agar lebah dan serangga menggigit. Mereka juga menancapkan jarum di bawah jari-jari kuku dan menjahit mulutnya agar tidak bisa teriak. Kemudian korban akan dilukai dengan silet sampai mati. Tindakan kejamnya karena Elizabeth memuja setan dan sihir.

Memasuki usia 40 tahun, dia memiliki tradisi mandi darah dari para gadis perawan. Caranya, gadis tersebut akan diikat dan dipotong pembuluh darahnya untuk dikumpulkan di bak mandi dan dibiarkan sampai mati kehabisan darah. Setelah banyak darah terkumpul, Bathory akan berendam di bak mandi penuh darah tersebut karena dia percaya hal tersebut akan membuatnya terlihat lebih awet muda.

Kekejaman Elizabeth Terbongkar

Setelah dia membuka kelas khusus untuk para bangsawan sekitar, banyak wanita bangsawan datang tetapi kemudian menghilang tiba-tiba. Karena terlalu banyaknya laporan para wanita bangsawan muda hilang setelah pergi ke istana Bathory, kecurigaan terhadapnya pun muncul. Raja Hongaria akhirnya tidak bisa menutup mata terhadap penyalahgunaan kekuasaan ini. Sehingga raja mengirim para letnannya untuk menangkap Bathory, si pembunuh berantai dan mengadilinya.

Sesampainya di kastil untuk penyergapan, mereka menemukan banyak sekali korban dan mayat berserakan. Beberapa ada korban yang masih hidup disiksa penuh luka dan banyak yang telah meninggal di ruangan berbeda-beda. Ada juga korban yang dibakar di perapian dan banyak yang telah dikuburkan di kuburan dangkal. Setelah menemukan bukti mayat ratusan, Elizabeth dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan berantai. Sementara tim yang membantu penyiksaan, dihukum dengan eksekusi mati.

Pengecualian untuk Elizabeth, dia dikurung seumur hidup dan diijinkan dikurung di kastilnya dengan dinding bata permanen didirikan di depan pintunya agar tidak bisa kaburr. Empat tahun kemudian, pada 1614 dia meninggal dalam tidurnya. Dia dimakamkan di pemakaman setempat. Setelah itu, kisahnya yang suka mandi darah perawan terkenal sampai sekarang.

Kesimpulan

Elizabeth Bathory merupakan sosok yang terkenal sepanjang sejarah sebagai wanita kejam. Dia telah membunuh dan menyiksa sekitar 600 wanita muda hanya dalam kurun 17 tahun. Tujuannya hanya untuk kesenangan dan mengumpulkan darah segar perawan yang digunakan untuk mandi. Hal keji ini dilakukan hanya karena obsesi terhadap kecantikan abadi.


Ikuti update terbaru kami dengan email:

Leave a comment