Kutukan Raja Tutankhamun – Masih Menjadi Misteri

Moesama.net - Sampai sekarang, kutukan Raja Tutankhamun masih menjadi misteri. Raja Nebkheperure Tutankhamun sendiri adalah Firaun atau penguasa Mesir kuno dari Dinasti Ke-18 yang memerintah sekitar tahun 1333 SM- 1324 SM. Pada masa pemerintahannya disebut sebagai Kerajaan Baru Mesir. Sedangkan awal kemunculan adanya kutukan Raja Tutankhamun itu dimulai pada tahun 1922.

Kutukan Raja Tutankhamun – Misteri Meninggalnya Para Arkeolog

Awal Kemunculan Kutukan Raja Tutankhamun

Awal mulai terdengar adanya kutukan Raja Tutankhamun dimulai pada tahun 1922. Pada saat itu, seorang pria Inggris kaya bernama Howard Carter menemukan situs pemakaman Raja Tutankhamun di dalam situs makam Valley of Kings. Di dalam makamnya, ada banyak sekali peninggalan barang-barang berharga, emas, bahkan makanan raja dulu juga ikut terkubur.

Dari penemuan besar ini, banyak arkeolog lain yang kemudian pergi ke situs makam ini. Tidak diduga, berbagai hal misterius mulai terjadi terhadap para arkeolog yang berkunjung ke makam Raja Tutankhamun yang kemudian dikenal sebagai kutukan Raja Tutankhamun.

Kutukan Raja Tutankhamun Terhadap Para Arkeolog

Banyak arkeolog yang telah memasuki makam raja tiba-tiba jatuh sakit bahkan sampai meninggal. Dilaporkan sekitar tahun 1920-an, ada lebih dari 24 arkeolog meninggal dunia tak lama setelah memasuki makam Raja Tutankhamen. Penyebab kematiannya pun beragam.

Sebagai contoh, pada musim semi tahun 1923, Lord Carnarvon, seorang anggota ekspedisi Howard Carter tiba-tiba digigit nyamuk di pipinya saat dia bercukur di pagi hari. Anehnya, gigitan nyamuk tersebut malah menyebabkan dirinya terinfeksi hingga kemudian meninggal dunia di hari yang sama. Dan entah kenapa pada saat Lord Carnarvon meninggal, semua lampu di kota Kairo ikut padam. Anjingnya yang sedang menggonggong tiba-tiba juga ikut mati.

Kutukan Raja Tutankhamun – Misteri Meninggalnya Para Arkeolog

Dari kejadian yang dialami oleh Lord Carnarvon inilah, adanya Kutukan Raja Tutankhamen mulai dipublikasikan secara luas oleh media. Pemberitaan di media yang sangat gencar menyebabkan berita lain ikut bermunculan. Ada berita yang menyatakan kalau seorang ekspedisi lain dari Howard Carter juga meninggal dipatok seekor kobra tepat setelah menemukan pintu makam raja.

Pada waktu itu memang banyak orang yang percaya kutukan Raja Tutankhamun memang benar-benar ada. Tapi sampai pada tahun 1986, seorang dokter dari Prancis bernama Caroline Stenger Phillip menemukan penjelasan yang lebih masuk akal atas kematian misterius pada arkeolog.

Dr. Stenger Phillip mengatakan kalau makanan berupa buah-buahan dan sayuran di dalam makan raja bisa menyebabkan terjadinya partikel debu organik. Partikel debu ini memiliki potensi menimbulkan alergi. Dia juga mengklaim kalau para arkeolog memiliki reaksi alergi setelah menghirup semua partikel dalam makam yang kemudian menyebabkan kematian. Dr. Stenger Phillip juga mengatakan kalau dirinya tidak percaya kutukan Raja Tutankhamun adalah penyebab kematian para arkeolog.

Mungkin bagi sebagian orang, kutukan ini hanyalah takhayul atau mitos. Tetapi tidak sedikit orang yang masih percaya kalau kutukan raja benar-benar ada. Sampai sekarang, Kutukan Raja Tutankhamen tetap masih menjadi misteri. Nah kalau kalian sendiri, apakah kalian percaya kalau kutukan itu masih ada di jaman sekarang? Jangan lupa untuk komen di bawah ya.