Mary Ann Cotton – Pembunuh Berantai Pertama Di Inggris

Mary Ann Cotton diyakini sebagai pembunuh berantai pertama di Inggris. Dalam melakukan aksinya, dia menggunakan cairan racun arsenik untuk membunuh korbannya agar mendapatkan uang asuransi.

Tercatat, Mary sudah membunuh total 21 orang termasuk 11 anaknya dan 3 suaminya. Karena tindakannya, Mary dihukum gantung pada bulan Maret tahun 1873 di Durham. Walaupun baru tercatat 21 korban, diyakini kalau Mary Ann sebenarnya telah membunuh lebih banyak keluarga dan kerabatnya.

Mary Ann Cotton - Pembunuh Berantai Pertama Di Inggris

Aksi Mary Ann Cotton

Mary Ann Cooton menikah pertama kali pada tahun 1852 dengan William Mowbray ketika dia masih berusia 20 tahun. Mary Ann dan Mowbray, suami pertamanya kemudian memiliki 2 putri dan 2 putra. Pada tahun 1865, Mowbray dinyatakan meninggal dunia karena mengalami gangguan usus. Ketiga anaknya juga meninggal dunia dalam waktu dekat dan mengalami kondisi yang sama. Dan ari 4 anaknya , hanya satu yang masih selamat.

Pada waktu itu, tidak ada orang yang curiga atas kematian suami dan anak-anaknya karena mengira mereka meninggal akibat gangguan usus. Dari kematian suami pertama dan anak-anaknya inilah, Mary mendapatkan uang asuransi yang sangat besar.

Tidak lama setelah kematian Mowbray, Mary Ann menikah lagi dengan George Ward, suami keduanya pada tahun 1865. Kemudian, George juga meninggal satu tahun kemudian setelah sakit dalam waktu yang lama dan juga menunjukkan tanda-tanda masalah usus. Setelah kematian suami keduanya, Mary Ann mendapatkan lagi uang asuransi atas kematian suaminya.

Mary Ann Cotton - Pembunuh Berantai Pertama Di Inggris

Tidak sampai situ, Mary menikah lagi untuk ketiga kalinya dengan James Robinson. James Robinson merupakan satu-satunya suami yang selamat. Awalnya, Marry Ann bekerja di rumah Robinson sebagai pembantu rumah tangga. Tapi kemudian mereka menikah.

Mary Ann kemudian memiliki dua anak dengan Robinson tetapi putri pertama mereka kemudian meninggal hanya beberapa bulan setelah lahir. Putra kedua mereka juga kemudian meninggal karena penyakit lambung dan pada saat yang sama, ibu Mary juga meninggal karena masalah perut.

Robinson mulai menaruh rasa curiga pada istrinya Mary karena dia mengambil asuransi hidupnya. Karena kecurigaan inilah, Robinson langsung mengusir Mary keluar dari rumah.

Setelah diusir dari rumah suami ketiganya, Mary berhasil menikah lagi dengan suami keempatnya, Frederick Cotton yang telah memiliki seorang putra. Tapi tidak lama, Frederick meninggal dunia karena penyakit lambung. Mary Ann Cotton kemudian mendapatkan uang asuransi Frederick.

Kejahatan Mary Mulai Terungkap

Kejahatan Mary Ann baru terungkap karena ada kecurigaan terhadap kasus kematian putra Frederick atau anak tirinya Mary bernama Charles Edward. Kematian anak tirinya kemudian diselidiki pihak berwajib dan mereka menemukan adanya racun arsenik dalam sistem pencernaan Charles Edward.

Karena penemuan yang mengejutkan ini, Mary Ann langsung ditangkap atas tuduhan pembunuhan suami dan anak-anaknya. Dari pernikahan keempatnya inilah, mulai terbongkar kalau Mary Ann Cotton ternyata sudah melakukan aksi kejinya sejak menikah pertama kali.

Dari semua anaknya, hanya dua yang berhasil selamat yaitu George yang kemudian tinggal bersama James Robinson dan Margaret Edith yang lahir ketika Mary Ann berada di penjara menunggu eksekusi mati. Mary Ann kemudian dikenal sebagai pembunuh berantai pertama di Inggris.